MERRINDA PUTRI A. S.

Berpacu menjadi yang terbaik

Operating system

diposting oleh merrinda-p-a-fst10 pada 28 May 2012
di Umum - 4 komentar

Kali ini saya akan membahas secara umum tentang tiga hal yaitu motherboard, server, dan safe mode.

1. Motherboard

Apabila kita pernah membuka tutup komputer, kita akan melihat bagian yang menyatukan semua dan tempat antar komponen satu dan yang lain bernteraksi. Itu adalah motherboard. Secara umum motherboard adalah papan sirkuit pusat pada kebanyakan komputer modern dan memegang banyak komponen krusial dari system, menyediakan penghubung untuk sekitarnya. Umumnya motherboard berisi CPU (Central Processing Unit), BIOS (Basic Input Output System), memori, mass storage, serial dan port paralel, dan semua pengontrol yang dibutuhkan untuk mengendalikan alat standard seperti layar, keyboard, dan disk drive.

Cara kerja dari motherboard adalah ketika sebuah komputer dinyalakan, yang pertama kali melakukan proses adalah chip BIOS yang memverifikasi komponen-komponen yang terpasang di dalam PC, seperti processor, memori, add-on card dan kmponen lainnya. Ketika selesai memverifikasi data, maka selanjutny aakan beralih pada chipset yang mengontrol seluruh perangkat. Chipset mengatur processor ketika meminta data dari memori, transfer dari memori ke Hard Disk Drive dan komponen inut output yang ada. Pertama kali sistem akan mendeteksi Operating System yang di pakai. Disinilah software dan hardware terhubung dan bekerja sama.

2. Server

Server adalah sistem komputer yang menyediakan layanan tertentu dalam sebuah jaringan komputer. Komputer server terdiri dari processor yang terukur dan RAM yang besar. Sedangkan klien adalah sistem yang mengakses sistem dari server. Server terhubung dengan klien dengan kabel UTP dan kartu jaringan. Sedangkan PC adalah komputer yang di produksi secara massal dan digunakan untuk aplikasi-aplikasi standard. 1 buah unit komputer server direkomendasikan memiliki :

o Prosesor: Intel Pentium 4/1,8 GHz o Memory : 1 GB

o Hardisk: 40 GB o Floppy Disk Drive: 1,44 MB 3,5”

o CDROM: 52x o VGA Card: 64 MB share

o Monitor : SVGA 15” o Keyboard dan Mouse: Serial/PS2

o Modem/LAN Card: Internal/10/100 MBps

o Soundcard: Onboard

o Speaker/Headset: Multimedia

o Stabilizer: Denkyu 500 VA

o Instalasi Software: Windows 2000 Server, Linux, Education for Children, Software standar

o 1 Unit printer

o Hub Switch 6 port

3. Safe Mode

Safe mode adalah cara khusus pada Windows untuk load ketika ada sistem yang dalam keadaan kritis yang mengganggu operasi normal Windows. Tujuan Safe Mode adalah untuk memperbolehkan kita untuk troubleshoot Windows dan mencoba untuk menetapkan apa yang menjadi masalahnya sehingga tidak berfungsi secara normal. Fungsi safe mode:

• Menghilangkan Virus dalam Safe Mode

Pada proses biasa, semua aplikasi aktif dan virus atau pengganggu lainnya akan menginstal dirinya. Di dalam safe mode beberapa aplikasi tidak aktif sehingga dapat dimatikan.

• Mengakses System Restore

System restore adalah salah satu fitur yang efektif untuk mengembalikan system Anda pada keadaan dimana kerusakan atau konflik sistem belum terjadi. System restore dapat diakses melalui system tools, dalam modul normal. Namun adakalanya dimana kerusakan atau ketidakcocokan alat/driver mengakibatkan user sulit memasuki modul normal atau dapat disebut juga komputer gagal booting. Oleh sebab itu, salah satu jalan keluarnya adalah mengakses system restore dari modul Safe Mode.\

• Memperbaiki Komputer Rusak

Komputer yang tidak dapat dipergunakan ada banyak sebabnya. Mulai dari aplikasi yang rusak sampai pada kerusakan fisik Beberapa kerusakan ini sebenarnya dapat dengan mudah diperbaiki dalam safe mode, ketimbang harus dibawa ke tempat servis yang tidak jarang membutuhkan waktu dan biaya yang besar. Beberapa petunjuk di bawah ini nantinya dapat anda pergunakan untuk memperbaki beberapa kerusakan komputer dengan safe mode. Namun, terlebih dahulu Anda harus mengenali jenis kerukan apa yang dialami komput Anda.

• Kerusakan Software

Kerusakan yang ditimbulkan oleh aplikasi cukup beragam, diantaranya adalah aplikasi tersebut dapat membuat system mengalami crash baik pada saat komputer selesai loading antar muka atau pada saat aplikasi dijalankan. Bahkan ada juga beberapa aplikasi atau service yang membuat system sepenuhnya gagal booting.

• Kerusakan Hardware

Jika Anda salah meng-update driver, dengan mudah Anda dapat menjalankan Roll Back Driver. Namun kadang untuk menjalankan rol back driver tidak sesederhana itu. Sebab bila ternyata terjadi konflik, maka akan ada kemunkian system crash dan tidak mau booting ke dalam modul normal sehingga proses roll back driver harus dilakukan dalam Safe Mode.

http://en.wikipedia.org

http://hijikabeh.com/2011/11/01/perbedaan-server-dan-pc/

http://computer.howstuffworks.com/question575.htm

http://haniftjahteknik.wordpress.com/2009/12/18/cara-memperbaiki-computer-dengan-safe-mode/

4 Komentar

Fadhlin Amalia Arif

pada : 29 May 2012


"Rin, mau tanya yang Roll Back Driver, itu maksudnya apa, kemudian untuk mengaksesnya bagaimana?"


Annisa Aulia Rahmah

pada : 29 May 2012


"bagaimana Task Manager dalam keadaan safe mode ?"


Merrinda Putri A.S

pada : 29 June 2012


"cara mengaksesnya
start --> run --> ketik devmgmt.msc --> cari driver --> klik kanan --> properties --> tab driver --> ada rollback driver.

rollback drive adalah mengembalikan drive pada keadaan sebelumnya. biasanya jika ada kesalahan dalam menginstal....
Terima Kasih
"


Merrinda Putri A.S

pada : 29 June 2012


"untuk pertanyaan ica

terlhat pada pemakaian memori yang sedikit dan aplikasi yang aktif juga sedikit."


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :